Thursday, November 11, 2010

Jakarta Fashion Week 2010/2011: GRAZIA: Glitz and Glam








































Jakarta Fashion Week 2010/2011: Sunsilk Walk of Creations


Kreasi Desainer LPM dalam Sunsilk Walk of Creations! 





7 desainer muda alumni Lomba Perancang Mode (LPM) Femina Group akan kembali berkumpul di atas panggung Jakarta Fashion Week 2010/2011. Kali ini, mereka akan menampilkan kreasi terbaru dalam show spektakuler bersama Sunsilk. Dengan tema Sunsilk Walk of Creations, Anda akan menikmati sebuah fashion show yang dibalut indah dengan hair show dari Sunsilk Co-Creations, salah satu brand perawatan rambut kelas dunia.

Dalam acara yang digelar pada hari Selasa, 9 November 2010, jam 19.00 WIB di Fashion Tent, Pacific Place, Jakarta, Anda dapat menyaksikan tujuh desainer berbakat mengusung sebuah pagelaran tren mode masa kini yang dihias cantik dengan gaya rambut mutakhir, sesuai dengan spirit Sunsilk, yaitu trendy, young, and sophisticated.

Bersiaplah untuk berdecak kagum dengan karya para desainer yang akan tampil dalam acara "Sunsilk Walk of Creations," yaitu:

  • Kursein Karzai (Pemenang 2 LPM 2009) dengan tema Metamorfosis,
  • Bethania Agustha (Pemenang 3 dan Favorit LPM 2009) dengan tema Pieces of Picasso
  • Hian Tjen (Pemenang Favorit LPM 2009) dengan tema Mizuhiki,
  • Albert Yanuar (Finalis LPM 2009) dengan tema Bardot.
  • Danny Satriadi (Pemenang 1 dan Favorit LPM 2003) dengan tema Better to be Smart
  • Yunita Kosasih (Finalis LPM 2005) dengan tema Garden Party.
  • Imelda Kartini (Finalis LPM 2009) dengan tema Colorful in the Mood

Selain ketujuh desainer tersebut, LPM telah melahirkan banyak desainer hebat di panggung mode Indonesia sejak tahun 1978. Sebut saja Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmojo dan Denny Wirawan. Sejak kembali diaktifkan tahun 2004, LPM kembali membuka lebar karier desainer-desainer muda berbakat yang kini sedang menjadi perbincangan seperti Stella Rissa, Eny Ming, Andreas Odang, Zacky Gaficky, dan Billy Tjong.

Penasaran untuk menyaksikan langsung kreasi Sunsilk dengan 7 designer LPM? Langsung dapatkan segera tiket "Sunsilk Walk of Creations". Anda bisa memesannya melalui web site Jakarta Fashion Week atau website Sunsilk.

Tuesday, November 9, 2010

Jakarta Fashion Week 2010/2011 Day 2: Weekend of Surprise




Pada hari kedua JFW 2010/2011 ini saya sengaja datang pada show Oscar Lawalata, a prodigy in Indonesian fashion world. Di fashion show bertema Weaving Culture ini Oscar berkolaborasi dengan Laura Miles, seorang desainer tekstil asal Inggris yang pernah bekerja sama dengan Calvin Klein, Chanel, Donna Karan, dan sebagainya. Mereka dipertemukan oleh British Council pada ajang International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Fashion Award 2009.
Awalnya, Laura Miles yang merupakan desainer tekstil Proyek Weaving The Future yang dicita-citakan Oscar untuk membawa pengrajin tenun Tanah Air mencapai kesejahteraan hidup lebih baik berhasil membawanya sebagai pemenang pada ajang tersebut. Kemenangan Oscar menjadi jawaban sempurna bagi kecintaan Laura terhadap tekstil buatan tangan.

Kerjasama antara Oscar Lawalata dan Laura Miles terjadi saat mereka melakukan perjalanan selama sepuluh hari ke Garut, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dari sinilah mereka berdua menyerap begitu banyak hal yang menjadi alas pemikiran untuk menciptakan hal-hal yang dapat membantu para penenun untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Kain tenun Garut dan Nusa Tenggara Timur dieksplor oleh keduanya lewat beragam gaya, di antaranya one shoulder dress, maxi dress, rok, maupun atasan (blus) . Varian warna yang ada pun sangat memikat, seperti merah, hijau tosca, dan oranye.

IMHO, desain Oscar untuk Weaving Culture secara keseluruhan didominasi oleh simple cutting dengan potongan longgar yang dipercantik dengan detail lipit, drapery dan juga layering. Yang patut diacungi jempol adalah bagaimana Oscar membuat kain-kain tenun tradisional menjadi sangat modern dengan potongan yang simpel tadi. Corak yang kaya tentu akan terlihat berlebihan bila dipadukan dengan cutting yang rumit, standing applause for Oscar Lawalata!

Monday, November 8, 2010

Jakarta Fashion Week 2010/2011 Day 3: Beautiful Indonesia on Batik


Terinspirasi oleh kekayaan budaya Indonesia, "The Power of Indonesian Batik" menjadi tema yang diusung oleh desainer Dee Ong dalam koleksi Batik 118nya dalam JFW 2010/2011 kali ini. Koleksi gaun-gaun batik oleh Dee Ong terbuat dari bahan sutera Cina yang diproses dengan membatik tulis, cap, maupun kombinasi. Selain itu, koleksi Batik 118 juga diperkaya dengan bordir serta hiasan payet dan batu alam sehingga menambah nilai estetika di setiap piece karyanya.

Fashion show terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama menampilkan gaun batik dari Sumatera dengan ciri khas motif unggas dan bunga. Sesi kedua menampilkan batik dari Jawa dan Nusa Tenggara. Sesi ketiga dari Kalimantan dengan motif burung dan ornamen rumah adat setempat. Diakhiri dengan gaun batik dari Sulawesi, Maluku, dan Papua. Setiap koleksi yang ditampilkan per sesi menonjolkan ciri khas motif batik daerah masing-masing, seperti melihat Indonesia dalam batik!

These 4 gowns are my favourites!



Koleksi yang ditampilkan pun tergolong ready to wear dan bervariasi, baik cocktail dress maupun long dress. Potongan dress pun sederhana dan tidak terlalu rumit, namun tetap terlihat cantik karena motif batik yang ada sudah sangat glamor. Bravo untuk Dee Ong yang walaupun tidak pernah menjalani pendidikan formal dalam bidang fashion namun mampu menampilkan karya yang terlihat cantik tanpa harus terlihat berlebihan!

Jangan lupa bahwa ternyata ada karya finale dari Dee Ong berupa gaun kombinasi brokat, renda, dan payet indah berwarna putih yang sangat menawan. I really adore this! Gaun berbuntut ini benar-benar indah walau tanpa unsur batik sekalipun.


Untuk yang ingin 'mengintip' karya Dee Ong lain, just scroll down your mouse. :)






And here is the talented Dee Ong aka Diana Savitri at the end of her show!

Untuk hari ketiga jfw 2010/2011, memang bisa dikatakan bahwa inilah harinya Batik dan Tenun. Selain Dee Ong, ada Dekranasda Show dan Cita Swarna Bumi Sriwijaya (Oh I remember my hometown!) yang menampilkan beragam karya batik dan kain tenun. Sesuai tema JFW tahun ini: Styling Modernity, menurut saya show hari ini sangat mewakili tema. Hal ini karena dengan memakai kain tradisional, karya-karya desainer yang tampil tetap terlihat chic dan modern, bahkan jauh dari kesan kuno dan ketinggalan jaman. Dan tentunya, membuat kita sebagai warga Indonesia bangga akan kekayaan budaya yang berlimpah dan terus berupaya menjaga kelestariannya, salah satunya dengan event seperti Jakarta Fashion Week. Ah, after 3 days of JFW, I just can't wait for tomorrow's show! See ya!


For more news about JFW, just click here
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...