Tuesday, May 9, 2017

#BukaTalks 8: Perempuan Motor Perubahan


Beberapa waktu yang lalu di akhir April 2017 aku hadir di acara BukaTalks yang ke delapan. Ini merupakan #BukaTalks yang pertama kali aku hadiri dan topik yang dibahas memang aku juga minati. BukaTalks8 kemarin bertemakan "Perempuan Motor Perubahan" dan diisi oleh tiga perempuan Indonesia yang inspiratif; Tri Mumpuni (Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Nila Tanzil (Founder dan CEO Taman Bacaan Pelangi dan Travel Sparks), dan dr. Mesty Ariotedjo (Founder Wecare.id).


Sayangnya karena kendala hujan super deras, aku tiba sedikit terlambat di tengah sesi sharing bareng Bu Puni (panggilan beliau). Sekilas tentang beliau, Bu Puni sendiri merupakan tokoh inspiratif yang fokus dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi listrik di wilayah yang belum atau sulit dijangkau oleh PLN. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi energi air di wilayah setempat.


Sejauh ini, sudah ada lebih dari 61 desa terpencil yang 'diterangi' oleh Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan yang dipimpin oleh Bu Puni.

Ucapan Bu Puni yang paling berkesan bagiku adalah "Always looking at the bright side. As long as ada komitmen dan niat baik, pasti kita akan diberikan jalannya." Di usia yang sudah menginjak kepala lima pun Bu Puni masih terlihat begitu bersemangat dan tetap positif meski banyak juga halangan dan tantangan yang ia hadapi.

Sesi selanjutnya diisi oleh Nila Tanzil. Presentasi dibuka dengan video singkat tentang Taman Bacaan Pelangi.


Mba Nila sendiri adalah penggagas Taman Bacaan Pelangi; sebuah yayasan yang fokus pada pengembangan literasi bagi anak-anak di Indonesia Timur yang telah berdiri sejak November 2009 di Flores. Dimulai dengan modal sendiri, taman bacaan ini awalnya hanya memiliki 200 buku saja. Tapi siapa sangka, dengan bantuan dari para donatur dan sukarelawan, kini sudah ada lebih dari 3.000 buku bagi anak-anak disana.

Apa yang menginspirasi mba Nila untuk mendirikan Taman Bacaan Pelangi? Ternyata keindahan alam Indonesia Timur lah yang membawa beliau kesana, yang awalnya hanya ingin traveling, menjadi yayasan yang membantu anak-anak Flores. Yang membuat aku kaget sekaligus prihatin, ternyata di Flores masih banyak anak kelas 4 dan 5 SD yang belum bisa membaca. 😭

Selain mendirikan taman bacaan, Mba Nila juga bekerja sama dengan sekolah setempat untuk mengadakan program les baca gratis. Kemudian beliau juga menggalakkan sosialisasi bahwa "reading is fun" guna mengubah pemikiran masyarakat lokal bahwa membaca itu bukan hanya belajar.

Selain itu, juga ada satu jam mata pelajaran wajib ke perpustakaan setiap minggu yang telah resmi masuk ke dalam kurikulum sekolah (dengan advokasi ke kabupaten setempat).
Personally, I admire her passion towards education dan eksekusinya pun dilakukan secara profesional. Oh ya, selain Taman Bacaan Pelangi, mba Nila juga mendirikan Travel Sparks; perusahaan jasa travel yang fokus pada social tourism. Jadi, disana ada program tour yang bersifat volunteer sehingga kita bisa ikut membantu masyarakat Indonesia Timur juga. Hasil penjualan juga menjadi salah satu sumber dana untuk mengembangkan Taman Bacaan Pelangi. Nice, right?


Yang terakhir dan juga yang paling aku tunggu-tunggu adalah sesi bareng dr. Mesty Ariotedjo. Sudah lama banget aku suka dan terinspirasi sama dia. And this is my first time to see her in person, talking about her passion dan kontribusinya terhadap masyarakat.

dr. Mesty sendiri merupakan founder Wecare.id; situs web yang dibangun khusus untuk mengumpulkan dana bagi pasien-pasien di daerah terpencil atau sangat terpencil yang membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang optimal dan JKN. Kami bekerja sama dengan dokter-dokter di wilayah perifer untuk menghubungkan kami dengan para pasien tersebut sehingga mereka dapat memperoleh pengobatan dan fasilitas pendukung lainnya secara menyeluruh.

Dalam sesi ini, dr. Mesty juga berbagi bagaimana ia awalnya terinspirasi untuk memulai Wecare.id dan strateginya untuk membagi waktu. 


Tips dari dr. Mesty, kita harus memulai dengan sadar dengan masalah yang ada di sekitar kita. Starts small. Dari sisi beliau, ia ingin seluruh rakyat Indonesia memiliki akses ke layanan kesehatan. Nah, disitu lah dimulai perjalanan Wecare.id.

Sesi dengan dr. Mesty pun ditutup dengan penampilannya memainkan lagu ciptaannya saat masih menjadi dokter internship di Ruteng, Indonesia Timur yang berjudul Cerita Angin. Such a multitalented woman! Dan tentunya aku langsung mau foto bareng dong (udah ngefans lama).


Anyway, thank you banget buat Bukalapak yang sudah bikin acara super inspiratif BukaTalks apalagi temanya tentang perempuan di BukaTalks8 ini. Semoga ke depannya terus ada aktivitas lain dari BukaLapak yang bertemakan Women Empowerment. See you again!

2 comments:

  1. asyik ya, bisa ikutan acara ini. Perempuan memang bisa jadi penggerak perubahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, perdana ikutan #BukaTalks dan memang bagus konsep dan topik+pembicaranya <3 Salam kenal mba

      Delete

Let me know what you think!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...