Friday, April 19, 2019

Menelusuri Candi Ratu Boko dan Prambanan di Jogja


Beberapa bulan yang lalu aku sempet ngetrip ke Jogja, pas banget dapet tiket promo buat weekend getaway, hihi. Nah, berhubung udah sering banget ke Jogja karena bokap bawa tur, ini adalah perjalanan perdana tanpa temen orang lokal atau tinggal ngikut tur.

Akhirnya aku putusin buat jalan naik Transjogja sambil disambung Grabcar kemana-mana. Karena sampai Jogja sore hari, baru lah besok aku jalan-jalan ke Candi Ratu Boko dan Prambanan.


Seumur-umur, ini pertama kalinya aku mengunjungi Candi Ratu Boko. Dari hotel di area Prawirotaman, aku naik Transjogja dan turun di terminal dekat kompleks Candi Prambanan. Begitu masuk, langsung beli tiket terusan Ratu Boko - Prambanan dan naik shuttle bus ke Ratu Boko.

Oh ya, memang lebih baik ke Ratu Boko dulu karena tutupnya lebih cepat dibanding Prambanan. Perjalanannya sekitar 20 menit lah. Agak salahnya adalah sampai di sana itu sekitar pukul 2 siang saat matahari lagi panas-panasnya. 

Foto wajib kalau ke Ratu Boko

Suka sama kompleks Ratu Boko ini karena memang fotogenik banget sih. Reruntuhan candi dan area sekitarnya banyak banget yang bisa jadi spot foto menarik. Di sana pun areanya lumayan luas dan enak buat jalan-jalan santai sambil ngobrol ngalor-ngidul.

Walau namanya Candi, ternyata di Ratu Boko hanya ada sedikit candi. Kompleks ini sendiri merupakan kompleks istana. Setelah gapura utama, ada lapangan , kolam, paseban, pendopo, balai, hingga kompleks Keputren (keputrian). Dari sini, kamu pun bisa melihat pemandangan Candi Prambanan lho!

Walau Candi Ratu Boko terkenal dengan view sunsetnya, tapi mengunjungi tempat ini di waktu selain matahari terbenam juga memiliki daya tarik tersendiri. Walau panas, aku suka banget karena tempatnya luas; mencapai 250.000 m². Areanya dibagi menjadi empat; tengah, barat, tenggara, dan timur.

Foto di pemandian
Setelah keliling hampir 2 jam, akhirnya kita pulang nunggu shuttle bus ke Prambanan. Oiya, kalau kesini jangan lupa bawa atau beli air minum sebelum keliling. Aku lupa dan akhirnya kehausan, soalnya kompleksnya lumayan luas dan berbukit, jadi kalau kelewatan warung minum, ya terpaksa ditahan sampai nemu lagi. Dan warung minumnya jarang kalau sudah masuk area dalam.

Nah sampai di Prambanan, udah adem sekitar jam 4-an. Walau rame banget, tapi cuacanya teduh dan untuk spot foto memang lebih monoton dibanding Ratu Boko.



Setelah puas menjelajahi Candi Ratu Boko, aku pun cuma leyeh-leyeh jadinya di Prambanan, apalagi ini juga sudah kesekian kalinya kemari, hehehe.

Walau cuma 3 hari 2 malam, petualanganku di Jogja cukup berkesan, sengaja aku atur buat jalan santai karena memang pengen 'santai' di liburan kali ini. Nah, kemarin aku itu nginep di Adhistana Hotel, Prawirotaman. Buat kamu yang memang pengen cari hotel murah di Jogja, bisa cobain nginep di sini. Selain lokasi yang strategis, hotelnya juga punya banyak spot Instagrammable lho!

Kemarin aku pesan via Pegipegi, fitur pencariannya oke buat kamu yang bingung mau nginep di mana. Misalnya saat aku cari hotel pas ke Jogja kemarin, setelah memasukkan keyword "Jogja", ada fitur mau menginap dekat mana.

Dari situ aku memutuskan pesan di Adhistana karena pertimbangan lokasi dan juga ulasan dari pengguna Pegipegi. Harga yang ada di Pegipegi pun sangat kompetitif dan verifikasi pembayarannya pun cepat.

sumber: pegipegi.com
Nah, buat kamu yang pengen pergi weekend trip, Jogja bisa jadi pilihan yang tepat. Selain akses transportasi yang gampang, penginapan murah di di Jogja pun bertebaran dimana-mana.

Kira-kira selain hotel ini, kamu punya rekomendasi hotel di Jogja yang Instagrammable juga kah? Kalau ada, kasih tahu di kolom komentar ya!

No comments:

Post a Comment

Let me know what you think!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...