Selasa, 31 Mei 2011

NACASA First Mini Collection S/S 2011 "Out Of Ordinary"

I would like to tell you guys about NACASA, an unique brand by Nadia Hasan. It released its first collection, a mini collection for S/S 2011 "Out of Ordinary". Well, judged from the design and style, I can't agree more with the theme for this mini collection. Its collection consists of all simple yet still unique with small, cute details.
Nacasa is a brand which specialize in tank-top and pants. It attempts to create such amazingly comfortable products by using high-quality fabrics. The products are casual, yet still uniquely designed.
Nacasa Mini Collection S/S 2011 : Out of Ordinary



If you're interested, feel free to contact them on http://www.nacasaview.blogspot.com/ or follow their twitter account at @tweetnacasa or... Directly send them message to nacasaview [at] gmail [dot] com



Kamis, 11 November 2010

Jakarta Fashion Week 2010/2011: GRAZIA: Glitz and Glam








































Jakarta Fashion Week 2010/2011: Sunsilk Walk of Creations


Kreasi Desainer LPM dalam Sunsilk Walk of Creations! 





7 desainer muda alumni Lomba Perancang Mode (LPM) Femina Group akan kembali berkumpul di atas panggung Jakarta Fashion Week 2010/2011. Kali ini, mereka akan menampilkan kreasi terbaru dalam show spektakuler bersama Sunsilk. Dengan tema Sunsilk Walk of Creations, Anda akan menikmati sebuah fashion show yang dibalut indah dengan hair show dari Sunsilk Co-Creations, salah satu brand perawatan rambut kelas dunia.

Dalam acara yang digelar pada hari Selasa, 9 November 2010, jam 19.00 WIB di Fashion Tent, Pacific Place, Jakarta, Anda dapat menyaksikan tujuh desainer berbakat mengusung sebuah pagelaran tren mode masa kini yang dihias cantik dengan gaya rambut mutakhir, sesuai dengan spirit Sunsilk, yaitu trendy, young, and sophisticated.

Bersiaplah untuk berdecak kagum dengan karya para desainer yang akan tampil dalam acara "Sunsilk Walk of Creations," yaitu:

  • Kursein Karzai (Pemenang 2 LPM 2009) dengan tema Metamorfosis,
  • Bethania Agustha (Pemenang 3 dan Favorit LPM 2009) dengan tema Pieces of Picasso
  • Hian Tjen (Pemenang Favorit LPM 2009) dengan tema Mizuhiki,
  • Albert Yanuar (Finalis LPM 2009) dengan tema Bardot.
  • Danny Satriadi (Pemenang 1 dan Favorit LPM 2003) dengan tema Better to be Smart
  • Yunita Kosasih (Finalis LPM 2005) dengan tema Garden Party.
  • Imelda Kartini (Finalis LPM 2009) dengan tema Colorful in the Mood

Selain ketujuh desainer tersebut, LPM telah melahirkan banyak desainer hebat di panggung mode Indonesia sejak tahun 1978. Sebut saja Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmojo dan Denny Wirawan. Sejak kembali diaktifkan tahun 2004, LPM kembali membuka lebar karier desainer-desainer muda berbakat yang kini sedang menjadi perbincangan seperti Stella Rissa, Eny Ming, Andreas Odang, Zacky Gaficky, dan Billy Tjong.

Penasaran untuk menyaksikan langsung kreasi Sunsilk dengan 7 designer LPM? Langsung dapatkan segera tiket "Sunsilk Walk of Creations". Anda bisa memesannya melalui web site Jakarta Fashion Week atau website Sunsilk.

Selasa, 09 November 2010

Jakarta Fashion Week 2010/2011 Day 2: Weekend of Surprise




Pada hari kedua JFW 2010/2011 ini saya sengaja datang pada show Oscar Lawalata, a prodigy in Indonesian fashion world. Di fashion show bertema Weaving Culture ini Oscar berkolaborasi dengan Laura Miles, seorang desainer tekstil asal Inggris yang pernah bekerja sama dengan Calvin Klein, Chanel, Donna Karan, dan sebagainya. Mereka dipertemukan oleh British Council pada ajang International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Fashion Award 2009.
Awalnya, Laura Miles yang merupakan desainer tekstil Proyek Weaving The Future yang dicita-citakan Oscar untuk membawa pengrajin tenun Tanah Air mencapai kesejahteraan hidup lebih baik berhasil membawanya sebagai pemenang pada ajang tersebut. Kemenangan Oscar menjadi jawaban sempurna bagi kecintaan Laura terhadap tekstil buatan tangan.

Kerjasama antara Oscar Lawalata dan Laura Miles terjadi saat mereka melakukan perjalanan selama sepuluh hari ke Garut, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dari sinilah mereka berdua menyerap begitu banyak hal yang menjadi alas pemikiran untuk menciptakan hal-hal yang dapat membantu para penenun untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Kain tenun Garut dan Nusa Tenggara Timur dieksplor oleh keduanya lewat beragam gaya, di antaranya one shoulder dress, maxi dress, rok, maupun atasan (blus) . Varian warna yang ada pun sangat memikat, seperti merah, hijau tosca, dan oranye.

IMHO, desain Oscar untuk Weaving Culture secara keseluruhan didominasi oleh simple cutting dengan potongan longgar yang dipercantik dengan detail lipit, drapery dan juga layering. Yang patut diacungi jempol adalah bagaimana Oscar membuat kain-kain tenun tradisional menjadi sangat modern dengan potongan yang simpel tadi. Corak yang kaya tentu akan terlihat berlebihan bila dipadukan dengan cutting yang rumit, standing applause for Oscar Lawalata!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...