Thursday, July 24, 2014

3 Tempat Anti-Mainstream di Tokyo yang WAJIB Kamu Kunjungi

Shibuya crossing/ Thinkstock / greir


Saat mendengar kata Tokyo, pasti kita langsung terbayang betapa sibuknya ibu kota Jepang ini. Di Tokyo sendiri, banyak terdapat daerah yang cukup dikenal seperti Harajuku, Shibuya, hingga Akibahara.

Walau belum pernah ke Jepang sebelumnya, saya termasuk tipe orang yang tidak terlalu tertarik untuk pergi ke daerah turis. Saya lebih suka blend in dengan orang lokal dan main ke tempat yang tidak banyak diketahui oleh banyak turis. Lebih bangga pastinya, betul tidak?

Ini dia 3 tempat yang anti-mainstream alias tidak banyak turis non Jepang yang tahu dan berkunjung di Tokyo. So, ARE YOU IN OR OUT for this?

3 Tempat Anti-Mainstream di Tokyo yang WAJIB Kamu Kunjungi

1. Museum Parasit Meguro

Perut lumba-lumba yang terinfeksi
Foto oleh jrmyst/Flickr

Seperti yang sudah bisa ditebak, banyak sekali hal unik yang bisa kita temukan di Tokyo. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah museum parasit Meguro di distrik Meguro, Tokyo.

Lalu apa sih daya tarik dari museum parasit? Ternyata museum di Meguro ini adalah satu-satunya museum parasit di dunia. Selain itu, kapan lagi kita bisa melihat langsung parasit yang telah menjangkiti banyak tubuh makhluk hidup kecuali kita lah yang dijangkiti parasit tersebut?


Foto oleh alexxis/Flickr

Museum ini terdiri dari dua lantai, dengan lantai pertama penuh dengan penjelasan dan pengenalan umum tentang parasit. Sementara itu, lantai kedua fokus pada parasit pada manusia dan siklus hidupnya. Bagian paling menarik tentu ada di lantai dua, yaitu kamu bisa melihat langsung kurang lebih 300 spesimen yang sesungguhnya.

Atraksi yang paling menarik adalah cacing pita terpanjang di dunia dengan panjang 8,8 meter! Selain GRATIS, kamu juga bisa membeli berbagai cinderamata 'khas parasit' seperti T-shirt atau gantungan kunci.

Kamu bisa mengunjungi museum ini dengan menggunakan kereta dan turun di stasiun Meguro, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik bus.



2. Akasaka Love Hotel

Foto milik Michael John Grist


Di Jepang, love hotel alias penginapan dengan tarif per jam yang umum digunakan para pasangan untuk 'menghabiskan waktu intim berdua' sudah seperti warteg di Indonesia. Ada dimana-mana!

Yang unik dari love hotel adalah dekorasi dan interior yang tergolong unik hingga aneh. Mulai dari interior layaknya penjara, diskotik, hingga ala Bali, hotel ini juga lengkap dengan vending machine yang menjual sex toys maupun alat kontrasepsi. Tarif love hotel juga dapat dibilang terjangkau.

Reruntuhan Akasaka Love Hotel merupakan salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi jika sedang di Tokyo. Tempat ini merupakan bekas love hotel yang terpaksa tutup karena pengunjung yang sepi karena terletak di lokasi yang jarang dilewati orang banyak.

Untuk kamu yang penasaran seperti apa sih love hotel tapi tidak punya pasangan atau merasa tabu jika harus mengunjungi salah satunya, reruntuhan Akasaka Love Hotel mungkin bisa memuaskan rasa ingin tahu tersebut.

Foto milik Michael John Grist

Halaman depan dan lapangan parkir love hotel ini penuh dengan mebel dengan gaya 80an yang sudah lapuk, mobil rusak, dan banyak bantal robek. Selain itu, jika berani masuk ke dalam, kamu bisa menemukan berbagai interior kamar yang bisa dibilang cukup unik, seperti wallpaper loreng ala cheetah hingga dinding penuh dengan gambar wanita telanjang.


3. Restoran Robot Kabukicho

Foto diambil dari Atlas Obscura
Jepang dikenal sebagai negara yang cukup maju di bidang teknologi, termasuk robot. Di antara gemerlapnya hostess bar dan soapland, terdapat satu tempat dengan robot seksi yang siap menyambut para pejalan kaki yang lewat. Ya, di restoran ini memakai robot sebagai pelayan dan penghiburnya.

Foto diambil dari Robot Restaurant

Restoran ini cukup populer terutama di kalangan Otaku. Restoran robot ini menawarkan pengalaman makan malam lengkap dengan pertunjukan robot seksi yang akan menari. Robot di restoran ini pun diprogram untuk bertingkah laku dan berekspresi layaknya seorang manusia dengan jenis kelamin perempuan. Uniknya, pada bagian dada pun dapat diperbesar sesuai permintaan pelanggan restoran, wow!

Biaya yang harus kamu keluarkan jika ingin menikmati makan malam bersama robot-robot ini adalah sekitar Rp 500.000++, wow, cukup menguras dompet juga ya!


Nah, kalau berkesempatan ke Tokyo sih, saya ingin mengunjungi tiga tempat ini, karena saya gak mau jadi turis kebanyakan dan menghabiskan waktu ke tempat-tempat 'sejuta umat'. Berasa lokal dan tentunya lebih berasa Tokyonya! So, ARE YOU IN OR OUT?

4 comments:

  1. Wowwww, nice info Tiaaa. Baru tahu ada yang beginian haha. Ternyata banyak tempat yang unik ya disana ^_^

    ReplyDelete
  2. ohhhh #ekspresi baru tahuu
    GooooOOd repieww :D

    ReplyDelete

Let me know what you think!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...